DUKCAPIL GO DIGITAL




MAKASSAR - Dengan Go Digital, apa pun bisa dilakukan Ditjen
Dukcapil Kemendagri untuk semakin memajukan negeri ini. Inilah tekad Dirjen
Dukcapil Prof Zudan Arief Fakrulloh saat meluncurkan Dukcapil Go Digital di
arena Rapat Koordinasi Nasional I Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Rakornas I
Dukcapil) di Four Point by Sheraton Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis
(7/2/2019).
Ia mengingatkan bahwa tamadun manusia bakal terus bergerak
semakin maju. Teknologi pun berubah semakin canggih dan menjadi faktor yang
membuat lompatan kuantum peradaban secara cepat. "Oleh karena itu, kita
seluruh Dukcapil juga harus terus berbenah. Mewujudkan pelayanan yang
membahagiakan masyarakat," tukasnya.
Ia lantas menyebutkan beberapa inovasi jajaran Dukcapil demi
terciptanya layanan Adminduk yang lebih baik. Sebut saja, mulai tahun ini
jajaran Dukcapil telah menggunakan tanda tangan digital untuk mengurus data
administrasi kependudukan (Adminduk).
Masyarakat bisa mengurus keperluan layanan kependudukan seperti
akta kelahiran, kartu keluarga tanpa harus datang ke kantor Dukcapil. Cukup
mengisi formulir online, tekan enter dan data kependudukan yang diperlukan pun
hadir sekejap mata.
Ditjen Dukcapil Kemendagri bahkan punya gagasan dan impian besar
mengintegrasikan Big Data kependudukan dalam semua proses berpemerintahan di
Indonesia. Karena dengan integrasi Big Data ini bakal memudahkan semua proses.
Dan, proses tersebut secara bertahap telah dilakukan oleh jajaran Dukcapil.
Big Data telah digunakan dalam banyak bisnis. Tidak hanya besar
data yang menjadi poin utama tetapi apa yang harus dilakukan organisasi dengan
data tersebut yang terkoneksi dengan banyak lembaga dan instansi-instansi
pelayanan publik.
"Kita sedang membangun Big Data. Mengkoneksikan
lembaga-lembaga pelayanan publik, menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
sebagai pintu masuk sehingga semua data bisa terlihat," imbuhnya.
Dengan terintegrasinya Big Data kependudukan maka urusan apa pun
menjadi mudah. Misalnya saja, bagi kalangan HRD perusahaan dan pemerintahan
bisa mengetahui SDM yang dibutuhkan dengan mengklik profiling penduduk. Maka
cepat tersaji sekian nama lulusan terbaik perguruan tinggi ternama dengan
segala spesifikasi keahlian.
Zudan menjelaskan bagaimana kecenderungan kemajuan dunia pada
teknologi digital mesti diikuti. Sebab, bukan hanya untuk up to date,
digitalisasi data akan membuat pelayanan Adminduk menjadi lebih efektif dan
efisien."Nantinya, semua dokumenya bisa dikerjakan dari rumah, ruang-ruang
rapat, bahkan sambil memancing ikan," jelasnya.
Selain itu, lanjut Zudan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan
teknologi baru face recognition, terutama untuk penegakan hukum dan pencegahan
kriminal. Dengan foto di KTP-el sebagai data, aparat penegak hukum dapat
mengecek identitas seseorang yang diduga pelaku kejahatan dan kriminalitas
hanya dalam hitungan detik.
"KTP-el kita sudah dilengkapi dengan finger print dan irish
mata. Sekarang ada teknologi face recognition. Jadi, semua foto yang masuk
nanti dapat digunakan untuk penegakan hukum dan pencegahan kriminal," ujar
Zudan.
Zudan merilis saat ini sudah 1170 lembaga yang bekerja sama
dengan Ditjen Dukcapil memanfaatkan data kependudukan. “Dengan kerja sama
pemanfaatan data tersebut menjadi penanda one data policy sudah bisa
diwujudkan. Untuk data kependudukan sebagai sumber data dasar, data Dukcapil
dapat kita gunakan bersama-sama. Ini juga sebuah tanda telah terbangunnya
kepercayaan berbagai lembaga pemerintah dan swasta terhadap data kependudukan
yang dibangun Kemendagri," katanya menambahkan.
Dengan program Dukcapil Go Digital, kata Zudan akan semakin mendekatkan
komitmen Pemerintah untuk menerapkan Single Identity Number (SIN). Terlebih
penerapan SIN tersebut berbasis data kependudukan melalui NIK dan KTP-el saat
ini terus mendapat kepercayaan publik yang semakin meluas.
“Ke depan kita akan menuju yang namanya proses implementasi
single identity number. Jadi data kependudukan milik Kemendagri digunakan untuk
semua keperluan pelayanan publik. Misalnya untuk mengontrol kepatuhan
pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dengan NIK bisa melihat siapa penduduk yang
belum bayar pajak kendaraan bermotor, apa jenis kendaraannya, kapan jatuh tempo
pembayaran pajak dan sebagainya,” Zudan merinci.
Itu sebabnya kepada segenap Jajaran Dukcapil, Zudan mewajibkan
pelaksanaan 14 langkah besar Dukcapil yang selama empat tahun terakhir sudah
menjadi kebijakan lembaga yang dipimpinnya.
Ke-14 langkah besar tersebut, terang Zudan, di antaranya
pelayanan terintregasi (KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta
Perkawinan, Akta Kematian), pembuatan KTP-el cukup membawa foto copy KK,
perekaman dan pembuatan KTP-el boleh dibuat di luar domisili, sampai pemberian
identitas untuk semua usia (KTP-el dan Kartu Identitas Anak (KIA).
"Secara umum bahwa dari 14 langkah besar Dukcapil, ada
beberapa langkah yang belum dilaksanakan secara konsisten dan menyeluruh, tapi
seluruh jajaran Dukcapil di 514 kabupaten/kota siap melaksanakanya secara
bertahap," urai Zudan.
Untuk meningkatkan kualitas SDM kependudukan, Ditjen Dukcapil
menggandeng Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret mendirikan program D-4
Studi Demografi dan Pencatatan Sipil. Program pendidikan terapan di bidang
pencatatan sipil ini bertujuan memenuhi kebutuhan aparatur yang profesional dan
mampu bersaing di tingkat internasional."Kerja sama dengan FHUNS ini sudah
berjalan dua tahun untuk menciptakan SDM handal di bidang adminduk,"
pungkasnya.
Lebih lanjut Kapuspen Kemendagri Bahtiar mengatakan bahwa kita
mestinya objektif memberikan penilaian terhadap berbagai inovasi yang telah
dilakukan Ditjen Dukcapil dan jajarannya guna menyelamatkan program nasional
single identity number (SIN) melalui KTP elektronik.
” Sejak Indonesia merdeka baru beberapa tahun ini kita serius
membangun data penduduk yang benar. Tantangan, dan pro kontra selalu ada ketika
kita hendak membangun sesuatu yang benar, karena bisa jadi ada kepentingan yang
terganggu jika data penduduk negara ini benar. Misalnya penyalahgunaan data
pendduduk palsu untuk kejahatan dan markup jumlah penduduk tidak dapat
lagi dilakukan oleh siapapun”, ungkap Bahtiar.
Bahtiar menegaskan Mendagri Tjahjo Kumolo secara konsisten bersama Dirjen
Dukcapil dan jajaran Dukcapil di seluruh daerah kompak, solid dengan penuh
semangat telah berhasil menyelamatkan program nasional KTP-el sebagai lompatan
kemajuan dalam pembangunan data kependudukan Indonesia.
https://www.kemendagri.go.id/blog/29278-Go-Digital-Urusan-yang-Sulit-Jadi-Gampang
